LEMARI SENI BALIKPAPAN, GALERI SENI SKALA MINI DI KOTA INDUSTRI

Balikpapan semestinya mempunyai galeri seni agar kota ini terasa geliat seninya. Namun tentu saja, galeri yang tidak hanya sebatas ruang memajang karya, namun juga tempat digelarnya agenda seni dan diskusi kreatif tanpa henti. LEMARI SENI BALIKPAPAN, yang bisa didefinisikan semacam galeri seni skala mini ini, adalah salah satu jawabannya.

Semakin menarik, karena Lemari Seni Balikpapan yang dibuka secara resmi pada Sabtu 13 Oktober 2018, lalu ini, berbagi ruang dan lokasi dengan kedai Kopi Sahabat (KOPSAH) 1.0, dan usaha Mebel JAWA. Perpaduan yang baru, unik dan fresh.

Tak kenal maka tak sayang. Maka dari itu, kita kenalan dulu dengan Lemari Seni Balikpapan. Ini adalah program yang diluncurkan Forum Kreatif Usaha Sama-sama (Fokus) Kota Balikpapan, forum yang dibentuk tahun 2016 lalu, dan kini beranggotakan puluhan seniman dan pelaku industri (seni) kreatif.

“Lemari Seni Balikpapan merupakan wadah bagi pengkarya seni di Balikpapan untuk mengenalkan seni dan budaya ke publik, melalui pergerakan,” ujar Abi Ramadan Noor, Ketua Fokus Kota Balikpapan.

LEMARI SENI BALIKPAPAN bisa dibilang reinkarnasi dari “CREATIVE ART SPACE” yang berlokasi di Kampung Timur, Balikpapan, Kalimantan Timur. Selama lima bulan, Fokus Balikpapan mengusung nama Creative Art Space—yang kami sebut sebagai "gedung kesenian swasta versi kontrakan".

Seiring lokasi baru, semangat baru, pemikiran baru, dan strategi baru, Abi dan kawan-kawan kemudian  memilih nama “Lemari Seni Balikpapan”. Lalu, apakah Creative Art Space lantas hilang? Sebenarnya tidak. “Creative Art Space jadi isi di dalam Lemari Seni Balikpapan,” kata Abi.

Dengan kata lain, pergerakan untuk menularkan “virus seni” yang diusung Fokus Balikpapan– dan sekarang bertambah, melalui Lemari Seni Balikpapan --- nantinya semakin luas. Dengan bangunan baru yang lebih luas dan layak, serta menampung orang lebih banyak, tentu semakin banyak agenda bisa dijalankan.

LEMARI SENI BALIKPAPAN yang berlokasi di Jalan Markoni Atas 47 ini menyatu dengan lini usaha “MEBEL JAWA” sehingga saling melengkapi dan menambah nilai estetika. Adanya kedai KOPI SAHABAT (KOPSAH) 1.0 yang menjadi media pergerakan seni, ikut pula menambah daya tarik.

“Ini perpaduan menarik antara galeri seni skala mini, usaha mebel berkualitas ekspor, dan kedai kopi. Seniman, pelaku industri kreatif, pecinta seni, penikmat kopi, penggemar mebel, masyarakat Balikpapan, punya pilihan tempat nongkrong baru,” kata Abi. 

Lemari Seni Balikpapan, dijelaskan Abi, adalah buah dari hasil pergerakan Fokus. Ini pergerakan untuk semakin mengenalkan seni kepada publik Balikpapan, juga menumbuhkan apresiasi seni. “Lemari Seni bukan sekadar ruang pajang karya tapi tempat di mana ruang dan diskusi seni tumbuh,” kata Abi.

Di Lemari Seni Balikpapan, terpajang puluhan karya, komersial (dijual) maupun karya idealis (yang tidak dijual). Antara lain lukisan, instalasi, fashion, dan kerajinan tangan. Juga buku-buku karya sejumlah penulis asal Balikpapan. Novel, buku-buku pengetahuan, dan majalah seni, hingga komik, yang merupakan koleksi Fokus Balikpapan, pun, terhampar, dan bisa dibaca di sana.

Acara perdana grand opening Lemari Seni Balikpapan adalah diskusi santai seputar seni, Sabtu (13/10) sore. Abi mengawai obrolan dengan menyebut Lemari Seni Balikpapan ini ibarat galeri seni skala mini. Semacam “etalase” seni bagi publik Balikpapan, untuk sejenak “berkenalan” dengan pengkarya seni. Bagi pengkarya, Lemari Seni Balikpapan adalah satu lagi anak tangga ke atas untuk semakin berkembang dan mandiri.

“Memang, respons terhadap Lemari Seni masih minim. Namun bisa sampai pada tahap ini, sudah satu langkah ke depan. Orang ke sini, mungkin sebagian masih bingung, ini seperti galeri seni tapi kok gabungan macem-macem. Galeri seni tapi kok menyatu dengan kedai kopi, bahkan usaha mebel,” kata Abi yang juga pelukis ini.

Namun jika beberapa kali berinteraksi, akan memahami apa yang terjadi. Lemari seni ini bukan sekedar ruang pamer, karena yang utama adalah geliat pergerakan seninya. Di sini ada tanggung jawab seniman sebagai penggerak, tidak hanya sebatas pembuat karya.

Martha Nalurita, koordinator tim kurasi Lemari Seni Balikpapan mengatakan “lemari” ini adalah wadah bagi pengkarya seni untuk berekspresi. “Ayo kita mulai dari sini, untuk membangkitkan seni di Balikpapan. Kita sudah punya ruang,” kata Martha yang juga owner Samantha Project.

Novan dan Eko dari Sanggar Atap Jerami (AJ) Balikpapan, yang hadir dalam diskusi—tepatnya ngobrol santai—itu, kembali membagikan pengalamannya saat ke Pontianak, Kalbar, awal lalu, menghadiri Temu Karya Seniman Kalimantan. Mereka disambut antusias seniman-seniman di sana.


“Apa yang coba dilakukan Fokus Balikpapan dengan Lemari Seni-nya ini, cukup persis dengan yang dilakukan seniman-seniman di Kalbar 15 tahun lalu, sehingga mereka bisa punya wadah Canopy Centre,” kata Novan.


Eko melihat konsep dan cara bergerak Fokus sudah di jalur yang tepat. Seniman-seniman di Kalbar yang diberi tahu tentang Fokus, juga sudah penasaran. “Mereka (seniman di Kalbar) memberi apresiasi dan dukungan ke Fokus,”  ucapnya.

Eko melanjutkan, apa yang diperlukan sekarang adalah keaktifan para anggota Fokus yang saat ini berjumlah 70-an orang. Rasa memiliki akan Fokus dan Lemari Seni Balikpapan, ditekankan oleh Eko, adalah hal yang penting.

“Jika kawan-kawan pengkarya hanya menaruh karya, dan tak peduli pada kegiatan dan apa yang terjadi di Lemari Seni, ya akan susah berkembang. Kawan-kawan mesti jadi orang marketing bagi diri sendiri, juga menarik massa ke sini. Mumpung ada tempat nongkrong baru (Lemari Seni), ayo diramaikan,” kata Eko.

Di atas semua itu, menurut Novan dan Eko, juga Abi,  pengkarya seni jangan menempatkan uang sebagai hal utama. Melainkan bagaimana berkarya, menghasilkan karya-karya menarik, dan membangun pergerakan seni. Intinya kerja keras bergerilya untuk membangun pergerakan, sekuatnya. Soal keuntungan, itu adalah urusan belakang.

Tidak hanya bergerak di “lapangan”, Fokus juga bergerak di jagad maya, ketika memiliki blog dan akun instagram. Apa saja agenda Fokus, juga agenda-agenda Lemari Seni Balikpapan, sudah dan akan terdokumentasi cukup rapi. Dan, terus bergerak ini adalah sebuah proses yang sangat penting.

Abi menambahkan, apa yang dilakukan Fokus Balikpapan secara langsung meringankan tugas pemerintah daerah dalam ranah seni, dan nanti juga ke ranah budaya. “Ini, ke depan, bisa menumbuhkan ekonomi kreatif, berbasis seni, yang menunjang pariwisata,” ucap Abi.

Dalam kesempatan terpisah, Puji Sri Nuraeni, pemilik MEBEL JAWA, menyampaikan dukungannya. Dia memberi apreasi kepada Fokus Kota Balikpapan yang menempuh cara sedikit berbeda dalam mengawali pergerakan seni.

Tahun 2018 merupakan tahun ketiga Fokus Balikpapan berdiri dan berkiprah. Selama itu, Fokus sudah lima kali menghelat pameran secara mandiri. Sekian kali berkolaborasi dengan komunitas lain, menyediakan ruang-ruang seni, diskusi kreaaif, hingga menerima sejumlah kunjungan pelajar TK, PAUD, hingga SMA.

"Balikpapan adalah kota industri dan jasa. Mengenalkan seni, jelas lebih sulit. Tidak ada kampus seni di sini. Jumlah kampus juga tak sebanyak daerah lain. Namun yang penting, kami terus bergerak. Berkarya tanpa henti, tapi juga memegang tanggung jawab sebagai pemegang dan penerus tongkat estafet seni,"  ujar Abi.

Sesuai namanya, yakni Lemari Seni Balikpapan, ini memang "lemari". Tempat dimana banyak barang (karya seni kreatif) tersimpan, tempat di mana banyak agenda seni-budaya berlangsung, dan tempat menampung pemikiran para pengkarya. Juga "mengeluarkan" banyak agenda pergerakan seni agar Balikpapan semakin berwarna seni.

LEMARI SENI BALIKPAPAN

Jalan Markoni Atas 47 Balikpapan. Masuk via jalan sebelah Auto 2000 Jalan Sudirman, lurus saja 100-an meter, lalu belok ke kanan (gang kedua). Jam buka pukul 10.00-22.00 Wita (Selasa-Minggu).

@mebel_jawa_balikpapan  @lemarisenibalikpapan @kopsah1.0  @forumkreatifusahasamasama
www.fokuskotabalikpapan.blogspot.co.id

Comments

Popular Posts